Tersesat 🌁

Aku pernah merasa tidak ingin pulang.

Sebelumnya, maaf. Maaf aku tidak bercerita dua hari ini. Maaf aku terlalu sibuk dengan isi kepalaku yang rumit. Sebetulnya, aku tersesat selama dua hari kemarin. Aku tersesat dalam pikiranku sendiri, buta dan lapar.

Aku datang ke taman kota dua hari yang lalu, melihat konser musik yang sebetulnya aku tidak suka. Aku pingin liat banyak orang, itu saja. Sambil sedikit merayakan kelulusan shifa dari kuliah, kami melihat banyak orang, panggung, lampu-lampu, bendera warna-warni, dan minum teh botol seharga tiga ribu rupiah. Pulang dari taman kota, kami makan gudeg di pasar. Orang-orang menatap kami, bingung juga kenapa? Aku tidak suka mereka lihat-lihat! Jadi aku lihatin balik saja hahaha! Lalu aku kembali ke rumah, aku lelah sekali malam itu jadi aku tidur sangat pulas….

Aku akan berusaha untuk tidak menghilang lagi, aku usahakan. 🙂

Hari ini aku pulang

Bapak, hari ini aku pulang…

Entah besok, mungkin tidak. Aku suka ada di dekatmu, aku mau di dekatmu lama-lama. Bapak, aku tidak tahu sampai kapan aku bisa bertahan disini. Kalau nanti aku harus jauh darimu, apa aku bisa? Apa bapak bisa jauh dariku? Rumah sudah bukan rumah lagi, ia hanya bangunan. Angkuh dan gersang, padahal hujan sudah turun dengan derasnya. Tapi tetap, kering dan tidak nyaman.

Bapak, aku tidak ingin terus disini. Boleh kah aku pergi?

Terimakasih 🍃

Setiap hari, aku hidup dengan terburu-buru. Sangat.

Pukul 12.21 malam, pekerjaan baru saja aku selesaikan. Malam yang padat, sangat. Oh Tuhan, betapa beruntungnya aku. Bagaimana tidak? Jalanan terjal yang kau berikan untuk ku, cukup untuk membuatku senang. Paling tidak, aku senang. Sebetulnya malam ini aku rindu masa-masa yang lalu, 10 tahun yang lalu. Dulu, kalau malam dan hujan, pasti aku, kakak perempuan dan bapak ku sedang sibuk menampung air hujan yang masuk kerumah lewat atap yang bocor ataupun tembok yang merembes. Kami akan tidur berdesakan dalam satu ruangan. Satu-satunya ruangan yang tidak bocor di rumah kontrakan kami kala itu.

Sekarang, malam ini, selepas hujan deras seharian, aku duduk sendiri sambil membayangkan masa-masa yang lalu. Aku terbawa pada masa 10 tahun silam. Tuhan, betapa Kau maha baik.

Slice of life

Hari baik untuk makan banyak dan enak.

Hari ini hujan lumayan deras, beruntung aku sudah sampai di tempat kerja. Aku akan bekerja lembur hari ini, sebetulnya cuaca sangat cocok untuk bermalas-malasan tapi aku tidak boleh! Aku percaya teh panas sore ini akan memberikan semangat untuk ku. Aku senang dengan cuaca hari ini, sangat menenangkan untuk aku yang hidup dengan terburu-buru. Ah, hujannya mulai reda. Aku harap nanti malam hujan turun lagi 🙂

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai